Sedikit Tips untuk Proofreading


Suatu saat, saya butuh sedikit refreshing dengan kegiatan membuat resensi. Saya mulai mencoba membuat resensi buku-buku hasil terbitan self publishing. Saya membuka sebuah situs self publishing on demand terkenal di internet.

Situs tersebut menyediakan preview dua bab pertama dari buku yang dijual. Saya geleng-geleng kepala. Saya menemukan banyak kesalahan tata bahasa yang fatal. Memang tidak semua hasil self publishing seperti ini, tetapi kemungkinan penulis melakukan banyak kesalahan di self publishing memang besar sebab naskah-naskah mereka sudah pasti terbit. Kemungkinan mereka jarang membayar seorang editor profesional untuk memeriksa naskah mereka.

Honor editor memang tidak murah. Jika memang tidak mempunyai dana cukup, Anda bisa melakukan pekerjaan proofreading sendiri dengan tips berikut ini:

  1. Cetak Naskah
    Memeriksa naskah di komputer membuat mata panas dan pedih. Proofreading membutuhkan waktu yang lama. Lagipula agak sulit memberikan catatan-catatan jika tidak dicetak.  Cetak naskah Anda pada kertas untuk memulai kegiatan proofreading
  2. Buat Daftar Kerja
    Adalah hal yang baik jika kita membuat daftar yang akan dikerjakan, dengan demikian kita memastikan tidak ada yang terlewat. Buatlah daftar kerja untuk proofreading. Contoh daftar kerja proofreading seperti ini:

    • Periksa EYD
    • Periksa bahasa Indonesia baku/tak baku
    • Bagaimana penulisan dialog?
    • Bagaimana penulisan paragraf?
    • Periksa ke-konsistenan. Misal, jika tokoh bernama Niko, maka jangan sampai di bab lain dia ditulis dengan Nikko.
    • Periksa referensi (jika non-fiksi)
    • Periksa font,  jenis huruf, dan besar huruf. Apakah konsisten?
    • Jika mengandung bahasa asing, periksa apakah penulisan sudah benar
    • Periksa kelayakan publik: Mengandung pornografi? Kekerasan? Berpotensi SARA?
    • Apakah sesuai genre? Jika memang untuk teenlit, apakah bahasa yang dipakai terlalu adult?
  3. Periksa Naskah dalam Keadaan Santai
    Jangan memeriksa naskah dalam keadaan capek atau terburu-buru, apalagi mata mengantuk. Proofreading membutuhkan waktu.
  4. Periksalah Hanya Satu Masalah pada Sekali Waktu
    Jangan memeriksa banyak masalah pada sekali baca. Periksalah satu persatu terlebih dahulu. Misal, Anda memeriksa ejaan terlebih dahulu.
  5. Baca keras-keras
    Jika diperlukan untuk memeriksa apakah ada keanehan dalam dialog atau narasi, Anda bisa membaca keras-keras.
  6. Pilihlah Pembaca Pertama Naskah Anda
    Mengetahui pendapat orang lain mengenai naskah Anda adalah cara terbaik untuk Quality Control  naskah. Pilihlah teman yang dapat dipercaya,  tidak berkhianat untuk membaca naskah Anda dan catat pendapat mereka
  7. Baca Seluruh Naskah Sekali Lagi
    Setelah selesai melakukan proofreading, baca naskah sekali lagi

Jangan segan melakukan proofreading. Kualitas sebuah naskah pertama-tama ditentukan oleh seberapa besar naskah tersebut mengandung kesalahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s