Beberapa Istilah Editor untuk Naskah Fiksi


Buku1

Sumber gambar: BookNerdReads

Cerita fiksi itu abstrak. Agak sukar memberi nilai dengan angka matematis. Fiksi tidak mempunyai rumus sehingga tiap orang mempunyai penilaian yang seragam. Oleh karena itu, dalam mengungkapkan nilai sebuah naskah fiksi, editor-editor mempunyai istilah tertentu seperti dibawah ini. Saya pribadi juga sering menggunakannya untuk menulis resensi buku.

  1. Gampang Dimengerti (easy to understand)
    Saya rasa ini adalah istilah yang tak perlu penjelasan. Cerita sangat mudah diikuti. Tak sulit. Cerita anak rata-rata seperti ini.
  2. Cerita dikendalikan oleh karakter (character driven)
    Tokoh-tokoh di dalamnya diceritakan dengan gaya yang menonjol. Saya masih ingat tokoh-tokoh di Ronggeng Dukuh Paruk. Saya masih ingat keinginan Srintil dipersunting Rasus. Begitu juga dengan Nyai Gowok.
  3. Cerita dikendalikan oleh plot (plot driven)
    Pendalaman tokoh tidak seberapa penting. Sebab membuat pembaca agar “mengikuti plot” lebih utama. Anda tentu masih ingat cerita-cerita horor. Pada kebanyakan novel jenis ini, penulis lebih berkonsentrasi pada jalan cerita. Penjabaran tokoh tak sempat dilakukan. Cerita jenis ini lebih gampang direvisi oleh penulis jika editor tak menyukai ceritanya. Sebab dengan mengganti tokoh (tetapi dengan plot sama), ceritanya bisa menjadi lain.
  4. Terlalu puitis (overly poetic)
    Kalimat-kalimat puitis memang indah. Tetapi jika segala dialog menjadi terlalu puitis, maka akan tampak tidak nyata. Pada kenyataannya orang lebih alamiah jika tampak kasar dan tak beraturan cara ngomongnya. Lebih baik jika rasa puitis dibatasi hanya di beberapa tempat saja.
  5. Seperti Nyata (rings true)
    Sedemikian bagus penulis menggambarkan cerita seakan-akan cerita tersebut bukan fiksi tetapi “true story”.  Cerita yang mirip dengan kejadian sehari-hari sangat menarik perhatian pembaca karena pembaca lebih bisa emosional dan lebih mudah memahami cerita. Tentu saja dengan penyajian yang ciamik pula.
  6. Banyak mengandung emosi, mempunyai daya tarik yang luas (lots of emotion)
    Pembaca sering turun naik emosinya ketika membaca novel jenis ini. Seperti naik roller coaster.  Asal tak berlebihan, permainan emosi memang baik karena manusia itu makhluk emosi.
  7. Mempunyai nilai komersil, berpotensi terus diingat pembaca (commercial potential, memorable)
    Ini adalah jenis yang disuka oleh penerbit. Berpotensi bestseller
  8. Tak ada kesalahan, dapat dikontrol, bebas dari bahasa dewasa (free of errors, under control, free of adult language)
    Termasuk jenis cerita yang baik-baik saja. Mungkin juga bisa diterbitkan. Belum tentu komersial, tetapi yang jelas sangat aman untuk dibaca.
  9. Membuat pembaca keluar dari kehidupannya sehari-hari (transport reader beyond their day-to-day live)
    Pembaca merasa berkelana di dunia lain. Ia tercabut dari tempatnya membaca dan lupa dengan keadaannya sekarang. Ia larut dalam cerita. Ia bisa menjadi apa saja sesuai dengan narasi cerita.
  10. Dibuat-buat, mengada-ada, tidak otentik (artificial, invented, not authentic)
    Fiksi memang tidak nyata. Mungkin juga tidak akan pernah terjadi (seperti dunia sihir Harry potter), tetapi tetap harus logis. Yang dimaksud logis disini tidak harus ada di dunia nyata, tetapi lebih ke “sebab akibat”
  11. Bahasa terlalu berbunga-bunga, banyak bahasa yang tak perlu (full of flowery, unnecessary language)
    Fiksi memang indah dengan bahasa figuratif/majas. Tetapi jika terlalu banyak justru akan membuat cerita menjadi membosankan.
  12. Serba cepat (fast-paced)
    Ada juga cerita yang tidak terlalu menonjolkan karakter dan plot. Fast-paced mengacu pada cerita yang berjalan cepat. Novel horor bisa menjadi salah satu contoh (tidak semua cerita horor, lho). Pada horor model fast-paced, penulis hanya membuat ketegangan pada pembaca, sehingga pembaca selalu takut-takut membuka halaman-halaman selanjutnya. Mereka selalu berpikir “Apa lagi, nih?”
  13. Mempunyai sudut pandang/pendekatan baru (has new angle/approach)
    Tidak klise. Lain daripada yang lain. Jika novel lain mungkin sang Cowok yang mengejar, di novel “new angle” mungkin saja si Cewek yang mengejar cowok. Ini adalah contoh novel dengan pendekatan yang tak biasa.
  14. Mengandung kekerasan (violent)
    Akhir-akhir ini ada jenis novel yang termasuk jenis gore. Novel-novel jenis ini disamping menjijikkan (menurut saya), juga jamak mengandung kekerasan. Disamping novel ini, mungkin juga beberapa novel horor atau gangster.
  15. Cerdas, kejutan segar yang menarik (clever, fresh twist that grabs attention)
    Ada penyelesaian yang unik. Ada adegan-adegan yang membuat decak kagum. Novel ini menyertakan cara-cara yang tak biasa, sederhana (nantinya dipahami oleh pembaca) dan bisa juga menambah pengetahuan pada pembaca. Novel-novel kriminal bisa termasuk jenis ini. Masih ingat serial MacGyver? The A Team? Nah mereka ini contoh yang “clever”.
  16. Konsep terlalu muluk, masih bisa dipecah-pecah lagi (high-concept, summarize in a little package)
    Biasanya ini sering terjadi pada cerita-cerita science fiction atau fantasy. Kata-kata science dan fantasy sering membuat penulis menulis dengan landscape terlalu lebar (dunia yang komplek) atau terlalu menceritakan kerumitan teknologi atau plot.
  17. Sentimental, berlebihan (sentimental, overdone)
    Terlalu banyak adegan yang membuat pembaca menangis. Tokoh-tokohnya tak pernah move on? Atau karakter tokohnya terlalu melankolis semua? Jangan dong. Lebih baik jika cerita itu mempunyai karakter yang berbeda-beda. Bisa bengkak mata pembaca jika sedih terus ketika membaca cerita seperti ini. Atau malah muak karena terkesan dibuat-buat.

2 responses to “Beberapa Istilah Editor untuk Naskah Fiksi

  1. fuyefuye @fuyefuye

    untuk kategori no 7 itu seperti apa ya Mas?
    apakah maksudnya mengikuti tren yang berlaku, misalnya tren K-Pop dan sejenisnya?
    terimakasih

    Suka

    • Setiap Penerbit mempunyai kesukaan tersendiri mengenai kata “bestseller”. Contoh, Mizan Fantasy pastilah lebih suka yang Fantasy, begitu juga dengan Bukune yang lebih ke chicklit… kita deteksi kesukaan mereka lewat novel-novel penerbit tersebut yang sudah beredar

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s