Tulisan Fiksi yang Baik itu Bagaimana, ya?


Sumber: Tumblr

Beberapa pengunjung blog saya sering menanyakan, “Tulisan fiksi yang baik itu yang bagaimana, ya?” Jujur saja. Ini pertanyaan klise tetapi susah menjawabnya.

Tidak semua penulis mempunyai buku yang masuk bestseller terus. Ada penerbit yang bahkan menolak naskah dari penulis terkenal. Fakta-fakta itu menunjukkan bahwa tulisan fiksi yang baik itu tidak mempunyai standar pasti.

Lantas bagaimana saya menjawabnya? Jawaban saya berikut ini bersifat subyektif. Tiap orang bisa saja mempunyai pandangan yang berbeda-beda. Tetapi hal-hal ini selalu menjadi patokan saya dalam meresensi sebuah tulisan fiksi.

Jelas

Jika suatu ketika Anda masih berpikir, “Novel ini sebenarnya maksudnya apa, sih?” Nah! Ini berarti novel ini kurang jelas. Seorang penulis yang baik harus mempunyai kemampuan memindahkan isi pikirannya ke dalam sebuah tulisan. “Memindahkan pikiran” berarti membuat orang dapat mengetahui dan memahami isi pikiran tadi. Kita semua tahu, isi pikiran itu abstrak. Seringkali meloncat-loncat kesana kemari, padahal tulisan itu harus dibuat runut, logis, dan terstrruktur sehingga orang tidak bingung. Inilah beda penulis dan orang biasa. Saya tidak merasa berlebihan jika menjuluki penulis adalah orang genius, sebab penulis mampu melihat abstraksi dan mengolahnya menjadi sesuatu yang dapat dipahami orang lain.

Membaca Tetapi “Tidak Merasa Membaca”

Saya paling suka ketika membaca, saya merasakan diri saya terbawa masuk ke dalam cerita.. Emosi saya dimainkan, perasaan saya dicampuradukkan, dan tentu saja merasa klimaks di akhir cerita. Penulis yang menulis dengan halus, penuh persuasi, dan tidak kaku adalah penulis yang saya sukai.

Bahasa yang Indah Tetapi Tetap Dapat Dicerna

Saya pernah tertawa ketika membaca artikel tentang sejarah Cina. Pada artikel tersebut dijelaskan bahwa selama ribuan tahun, tulisan kaligrafi cina dipakai sebagai alat tes masuk pegawai negeri cina. Waktu itu saya berpikir, “Apa hubungannya antara tulisan dan kemampuan menjadi pegawai negeri?” Sekarang saya tidak menertawakan lagi. Tulisan sudah terbukti ada hubungannya dengan tingkat kecerdasan dan perangai seseorang.

Sama halnya dengan kaligrafi cina, tulisan fiksi itu seni. Seni menulis. Penulis harus menguasai kosa kata dan unsur-unsur bahasa, sehingga dengan demikian menjadikan tulisan tersebut nampak bernyawa. Tetapi jangan berlebihan. Kalau ada frasa kalimat yang membingungkan, cepat-cepatlah diganti.

Cobalah tengok karya Bapak Sapardi Djoko Damono ini

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api

Yang menjadikannya abu..

 

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan

Yang menjadikannya tiada

Kalimat-kalimat diatas cuma beberapa kata dan benar-benar indah. Kita bisa saja membuat kata-kata dengan jumlah yang sama seperti puisi diatas, tetapi belum tentu bisa memberikan efek seperti puisi diatas. Penulis fiksi juga harus seperti ini. Bahkan seharusnya lebih hebat, sebab novel tidak cuma beberapa baris kalimat. Deskripsi yang baik, bahasa yang kaya, berseni (bahasa figuratif) dan tetap jelas menyampaikan maksudnya adalah penulis yang baik.

Akibat pada Pembaca

Novel yang kita buat harus membuat suatu efek pada pembaca. Tidak perduli mereka ter-inspirasi, bertambah gembira, rilek (novel komedi), sedih, atau menangis di lembar-lembar terakhir bukunya. Jika tidak, novel itu gagal (ini pendapat saya pribadi). Intinya: Novel harus berkesan.

Segala Unsur Pembentuk Novel Harus Saling Mendukung

Segala bagian novel, mulai dari plot, karakterisasi, setting, tujuan tokoh, segala tanda baca, penempatan bahasa figuratif pada tempat-tempat tertentu harus bahu-membahu membentuk cerita. Jangan sampai salah satu dari mereka justru menetralkan atau melawan bagian yang lain. Ini baru novel yang ciamik banget.

Nah, bagaimana dengan tulisan Anda? Ayo kita mulai menulis sekarang.

2 responses to “Tulisan Fiksi yang Baik itu Bagaimana, ya?

  1. Wahh mantap. Saya pengen bikin (baca : menyelesaikan) novel Pak dan mengenai kejelasan tulisan termasuk penyampaian maksudnya, harus belajar lebih giat lagi. Yosh!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s