Kenali Dirimu Agar Sukses Menjadi Penulis


Blog-blog yang memuat masalah kepenulisan banyak. Teori-teori tersebut menjadi jembatan untuk menjadi penulis yang lebih baik. Akan tetapi, tidak semua teori cocok bagi seseorang. Sebagai contoh, teori-teori yang saya tulis di blog ini adalah teori yang memang berhasil bagi saya dan saya membagikan kepada Anda.

Namun, seperti pekerjaan lainnya, penulis membutuhkan orang dengan karakter tertentu. Kalaupun dipaksakan, butuh strategi yang berbeda bagi setiap orang agar dapat menulis. Dibawah ini adalah sebagian dari karakter orang dan cara mengakalinya agar berhasil dalam bidang kepenulisan.

Orang Malas
Orang malas tapi ngotot jadi penulis? Kenapa tidak. Malas-tidak-malas mereka belajar menulis sejak SD. Ingin-tidak-ingin mereka harus mengarang karena ada di kurikulum Bahasa Indonesia. Lantas bagaimana bisa orang malas tetapi menulis. Cara tepat untuk menghadapi kemalasan adalah: Buatlah fiksi hanya terdiri dari beberapa kata.

Contoh:
Aku tahu, sulit bagiku untuk bersamamu, tetapi aku tidak sanggup kehilanganmu.

Suatu ketika fiksi diatas bisa dilebarkan sesuai dengan inspirasi yang masuk. Saya membuat fiksi semacam ini dalam jumlah puluhan. Sering, fiksi-fiksi ini membantu saya membuat cerita baru atau bahkan merakitnya menjadi cerita yang lebih besar.

Sebagai contoh, saya dapat melebarkan fiksi diatas menjadi seperti ini:

Aku memegang dadaku kesakitan tetapi aku harus mengejar Kumala. Ini mungkin adalah saat terakhirku.

“Tunggu, Mala,” mohonku terengah-engah. “Aku tahu, sulit bagiku untuk bersamamu, tetapi aku tidak sanggup kehilanganmu.”

Orang Banyak Kerja
Beberapa orang beralasan, “Saya banyak pekerjaan, jadi tidak punya waktu untuk menulis.” Halah….jangan kuatir. Bisa diakalin, kok. Saat saya sering mendapat inspirasi di waktu tidak tepat sehingga tidak sempat menulisnya maka  saya merekamnya memakai ponsel. Jika sudah ada waktu menulis, saya memakai cara pertama (cara orang malas) dengan menulisnya dan merakit berbagai macam inspirasi tadi menjadi satu cerita. Anda dapat juga memakai kolase. Kolase adalah benda-benda tempel yang tidak berhubungan satu sama lain. Benak Andalah yang menghubungkannya sehingga membentuk sebuah cerita. Anda dapat menggabung-gabungkan benda dalam kertas karton besar di kamar. Jika Anda masih malas,  Anda dapat memakai media seperti pinterest.com, stumbleupon.com, getpocket.com atau menyimpan link-link tempelan Anda.

Banyak Imajinasi Tetapi Tidak Bisa Menuangkan Lewat Tulisan
Ada juga orang tipe ini. Daya khayalnya luar biasa. Bisa duduk berjam-jam dengan mata tertutup sambil membayangkan sesuatu. Tetapi….mati kutu kalau menuangkan angannya dalam bentuk tulisan.

Tulis saja apa yang melintas di kepala. Tidak usah dipikirkan apakah hasil tulisan Anda membingungkan bagi pembaca, karena tujuannya memang bukan untuk dibaca. Penulisan ini cuma sekedar merekam angan Anda terlebih dahulu. Setelah itu, carilah tulisan yang sama/hampir sama dengan ide Anda. Pelajari bagaimana penulis tersebut menuliskan ide-ide seperti Anda.

Dalam hal membuat dialog, saya berguru pada karya Marga T dan Mira W. Untuk kebebasan berimajinasi, saya mempelajari Haruki Murakami. Tapi untuk urusan deskripsi setting saya cenderung pada Vladimir Nabokov, sedangkan hubungan antar orang dan tempat mereka (kultur) saya suka pada Pramoedya Ananta Toer.

Saya tidak mem-plagiat mereka. Cara-cara penulis itu adalah batu loncatan  untuk membentuk gaya saya sendiri.

Ingin Punya Tulisan Tapi Tak Punya Ide
Ini kategori parah. Sebagian orang menganggapnya mustahil. Bagaimana mungkin orang bisa bercita-cita mempunyai karya tulis tetapi tak punya ide. Bisa saja. Tak semua orang mempunyai imajinasi liar. Imajinasi yang bisa kesana kemari. Tetapi mereka tertarik karena sering membaca cerita fiksi (atau karena ada duit di dalamnya?)

Ambil salah satu cerita favorit Anda. Sekarang ubahlah sebagian cerita tersebut. Jika Anda tak bisa mengubah sebagian besar cerita, ubahlah  sebagian kecil saja, misal, pada salah satu adegan saja. Tapi ingat! Ini plagiat. Lakukan hanya untuk belajar saja. Simpan saja di komputer Anda. Jangan menyebarkan di internet, mengikutkannya pada lomba, apalagi ke penerbit. Gunakan cara ini hanya untuk memicu otak kanan bekerja. Dan jangan lupa untuk banyak-banyaklah membaca.

Sebagai contoh, ubahlah cerita Malin Kundang, agar Malin Kundang menjadi orang baik-baik, dia menyesal karena telah durhaka dan meminta maaf pada ibunya, sehingga mereka akhirnya hidup berbahagia.

Selalu Berhenti di Tengah Jalan
Orang biasa mengatakan sebagai writer block. Ada tiga hal yang menyebabkan ini:

  • Kehabisan ide
    Selalu rencanakan apa yang ingin Anda tulis dengan outline. Baca buku-buku kompetitor cerita Anda dan materi yang berhubungan dengan teman Anda.  Saya sering mempelajari kimia, psikologi, obat-obatan, dan ilmu-ilmu lainnya untuk membuat cerita kriminal.
  • Tidak berminat lagi
    Jika Anda tidak dapat menjaga ketertarikan dalam jangka panjang, maka tulislah cerita pendek atau bahkan fiksi mini. Kembangkan cerita tadi sedikit demi sedikit.
  • Malas
    Berhenti dulu. Makan. Lihat film. Baca buku. Main game. Main musik, atau pergilah ke tempat-tempat terjadinya kisah Anda. Coba rasakan bagaimana karakter Anda menghadapi situasinya di tempat itu. Coba pengaruhi diri Anda dengan musik tertentu. Contoh,  apabila cerita Anda sedih, dengarlah lagu sedih. Musik bisa membuat kita ekstasi dan masuk ke dalam jiwa musik tadi. Saya sering memutar musik seram saat menulis cerita horor.

*sumber gambar:  pinterest.com

7 responses to “Kenali Dirimu Agar Sukses Menjadi Penulis

  1. biasa juga suka semangat di awal. Pas pertengahan ehh,, writter block -_-

    Disukai oleh 1 orang

  2. bagus sekali. sgt membantu.

    Suka

  3. Kayaknya semuanya kok saya banget ya mas? Malas ya iya, sok sibuk iya, kebanyakan atau sebaliknya nggak ada ide juga iya. Semua pernah ngalamin. Tapi kok akhirnya ya jadi aja ya tulisan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s