Dapatkah Membuat Cerita Fantasi yang Benar-benar Baru?


Cerita fantasi mungkin adalah jenis cerita yang memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada penulis untuk membuat sebuah cerita. Bagaimana tidak. Anda tidak dibatas oleh “dunia nyata”. Tokoh Anda bisa terbang seperti Harry Porter atau mempunyai kekuatan yang dapat menghancurkan dunia seperti Thor. Penulis bebas menceritakan alam dan lingkungan yang sama sekali berbeda dengan yang biasa manusia hadapai. Tetapi timbul satu pertanyaan. Kenapa cerita-cerita fantasi banyak yang mempunyai keadaan yang mirip.

Dunia sihir semacam Harry Porter bukanlah yang pertama kali ada. Karakter-karakter seperti Goblin, Peri, Orch. Vampir, Werewolf pun juga sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Mengingat begitu luas fantasi yang dapat dibentuk, kenapa tidak muncul karakter-karakter yang sama sekali baru?

Menarik juga untuk diperhatikan bahwa pembentukan manusia-manusia superhero juga terkadang mirip. Banyak manusia hero yang dibentuk dari kecelakaan, semisal, Spiderman atau Flash.  Atau superhero berteknologi seperti Ironman, atau Batman. Suatu pertanyaan, dapatkah seorang penulis menciptakan tokoh fantasi-fantasi baru?

Menciptakan tokoh baru bukanlah pekerjaan yang sulit bagi penulis. Selama tidak ada unsur pidana (misal pornografi, atau menentang hukum yang lainnya), penulis dapat menciptakan hal-hal baru, bukan sekedar variasi. Tetapi yang menjadi masalah disini bukan masalah menciptakan.  Tetapi bagaimana pembaca memahaminya.

Jika penulis mengambil tokoh-tokoh yang sudah terkenal, maka penulis tidak perlu terlalu menarasikan. Misal, saya ambil tokoh peri. Sudah banyak cerita tentang peri. Sudah banyak penggambaran yang dilakukan penulis-penulis sebelumnya, sehingga saya tidak perlu terlalu banyak menceritakan fisik peri atau keadaan alam peri. Saya langsung bisa berkonsentrasi pada plot saja.

Menciptakan tokoh baru berbahaya bagi pemasaran buku. Anda lihat sendiri dalam dunia sinetron, kenapa pemeran tokoh biasanya itu-itu saja. Satu aktor lagi booming, maka mereka terus-terusan memakai aktor tersebut. Kenapa? Sebab sudah pasti aktor tersebut dapat dijual.Tetapi Ada juga lo film-film yang diperankan oleh pemain-pemain baru.

Begitu juga dalam dunia fiksi. Penyuka cerita peri akan tertarik dengan cerita peri. Penggemar cerita “alam gaib” akan tertarik dengan judul-judul mistis? Lantas bagaimana dengan tokoh fiksi fantasi Anda? Adakah pembaca mau “gambling” dengan membeli buku Anda. Apakah penulis tersebut sudah cukup terkenal sehingga tanpa memperhatikan isi buku, pembaca tersebut mau membeli buku itu atas dasar penulisnya? Cerita Anda bisa jadi merupakan cerita yang menarik. Tetapi bagaimana pembaca tahu bahwa cerita itu menarik kalau mereka tidak (tertarik) membacanya?

Serba salah memang menjadi penulis cerita “benar-benar” baru, apalagi jika itu ditulis oleh penulis baru. Namun dunia fiksi kita akan “begitu-begitu” saja jika tak ada yang mendobrak. Saya acungkan jempol bagi beberapa cerita fantasi yang mengambil “sesuatu” dari budaya indonesia, semisal, Gatutkaca, atau Bima, meskipun penceritaannya masih ke-jepang-jepang-an.

Nah, jawaban atas pertanyaan pada judul artikel ini jelas BISA. Tetapi apakah ada penulis yang berani menciptakan hal-hal baru? Adakah penulis dan penerbit yang berani menjual buku-buku karangan penulis baru dengan resiko buku tidak laku. (Siapa elo sehingga gue harus beli buku elo? Penulisnya kagak kenal. Model ceritanya juga enggak jelas maksudnya)

Ini bukan masalah salah benar. Tetapi masalah pemasaran juga. Selaiknya penulis bekerjasama dengan penerbit sama-sama bersinergi memasarkan buku-buku tersebut.  Semoga di masa mendatang orang tidak hanya mengenal putri duyung tetapi  Super Genderuwo atau Mbakyu Minah dengan senjata alat dapur…hehehehehe….kenapa tidak? Mario Bros aja berprofesi sebagai tukang ledeng.

Sumber gambar: ellenzee.tumblr.com

Iklan

One response to “Dapatkah Membuat Cerita Fantasi yang Benar-benar Baru?

  1. Pikiran manusia itu bebas kadang sulit untuk mengendalikan. Namun kebanyak cerita memang menisur setidaknya par apenulis terkenal menggunakan legenda dari rakayat dan tentu saja generuwo juga khan berasal dari folk masyarakat

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s