Category Archives: Dunia Menulis

Saatnya Perpustakaan Lebih Moderen


Perpustakaan identik dengan orang aneh. Orang yang mau-maunya masuk ke lorong-lorong sempit. Diapit oleh lemari tinggi. Apalagi jika kurang penerangan. Rasa-rasanya seperti masuk adegan film-film horor. By the way, adegan perpustakaan sering muncul lho di film-film horor. Biasanya sang tokoh memanfaatkan perpustakaan untuk mendapatkan info tentang makhluk halus atau ritual sekte tertentu.

Perpustakaan harus berubah. Istilah kerennya jemput bola. Jika tidak mempunyai dana cukup, setidak-tidaknya komposisi barang-barang di perpustakaan diatur sedemikian rupa agar terasa nyaman, baik bagi orangtua maupun anak-anak.

Yang pertama-tama menyebalkan di perpustakaan yang kurang terurus adalah bau. Buku-buku lembab sama sekali tidak menyenangkan. Kalaupun baunya tidak lembab, buku-buku tersebut menderita dari bau tangan-tangan yang mengaksesnya.

Demi naiknya minat baca. Perpustakaan harus diubah. Ada beberapa macam perubahan yang dapat membuat perpustakaan lebih menyenangkan.

Perpustakaan Digital
Perpustakaan dapat menyediakan dirinya agar dapat diakses secara digital. Digital dalam arti pencarian buku dapat dilakukan lewat kmputer atau buku-buku diubah baik dalam bentuk suara untuk orang tunanetra,  maupun dalam bentuk digital.

Sewa Online
Perpustakaan dapat menyewakan buku secara maya.  Maksud dari sewa maya ini, pembaca dapat menngunduh buku untuk dibaca dalam jangka waktu tertentu. Setelah lewat waktu, pembaca tidak dapat membacanya lagi. Ini dilakukan agar dapat melindungi hak cipta penulis. Lagipula,  sewa maya membuat pembaca dapat membaca dimana saja.  Tidak harus datang ke perpustakaan.

Adakan Lomba Cerdas Buku
Jaman dahulu ada acara TV cerdas cermat. Kenapa sekarang tidak diadakan khusus untuk pengetahuan buku?  Bukankah sekarang ada lomba debat,  lomba lari (sekarang lagi marak-maraknya).  Maka lomba cerdas buku tidak terlalu aneh.  Saya rasa orang perlu dipersuasi dengan hadiah dulu agar dapat mencintai buku. Dengan begini mau tidak mau mereka mencari buku di perpustakaan.

Membaca dan Menulis Buku  Untuk  Salah Satu Syarat Kelulusan Siswa
Untuk hal ini, tidak perlu target muluk-muluk. Namun hanya sebagai perangsang agar siswa gemar membaca saja.  Satu buku untuk tiap kenaikan kelas dan menulis buku dengan materi apa saja.

Kenapa Tidak Sesekali Sekolah Menerbitkan Buku Karangan Siswa?
Siapa sih yang tidak bangga melihat buku karangan sendiri dalam bentuk cetak? Saya rasa sekolah dapat memelopori minat baca dengan sesekali menerbitkan buku karangan siswa. Jika banyak orang bangga mempunyai buku cetakan karya sendiri, motivasi membaca mereka pasti lebih tinggi.

Adakan Perpustakaan yang Spesifik
Kebanyakan perpustakaan mempunyai koleksi spesifik. Kenapa tidak mendirikan perpustakaan dengan topik yang spesifik. Misal, perpustakaan khusus tumbuh-tumbuhan, binatang, kopi, kuliner, horor dan lain sebagainya. Orang mempunyai minat yang tak seragam, mereka akan lebih menyukai datang pada sesuatu yang cocok dengan minat mereka.

Sekarang bukan jaman perpustakaan membuat orang masuk angin karena tempatnya dingin tanpa banyak cahaya.  Sekarang bukan masa orang yang masuk perpustakaan di-bully sok pintar.  Saat ini bukan era perpustakaan sebagai milik orang “pintar” saja.  Sekarang masa perpustakaan sebagai bangunan terkeren yang dimasuki orang.

sumber gambar:  clipart-library.com

Iklan