Selalu Temukan Alasan untuk Menulis


Kapan terakhir kali Anda ingin menulis? Setahun? Dua tahun lalu? Bagaimana “perasaan menulis” Anda sekarang? Masih menggebu-gebu? Atau hampir padam. Bagaimana keadaan blog Anda? Apakah menjadi blog hantu? Lama tidak di-update? Ini normal. Pekerjaan apapun pastilah mengalami pasang surut. Tetapi jika Anda masih ingin berhasil menulis, Anda harus selalu menemukan alasan kenapa Anda masih menulis.

Writer Block
Kata ini sangat terkenal di dunia penulis. Kalaupun Anda mengalaminya, tidak berarti Anda tidak mungkin menjadi penulis. Googling-lah, maka Anda menemukan ada sebuah novel yang dibuat dalam jangka waktu 20 tahun-an. Saya menulis cerpen Nina Bobo dalam waktu 5 tahun. Writer block? Mungkin juga, tetapi saya men-cicil menulis kalimat demi kalimat.  Saya selalu punya semboyan, “Apa yang sudah saya tulis, harus saya selesaikan.” Tidak perduli perhari hanya satu kalimat. Teruslah menulis, dan Anda tidak akan gagal. Ingat, penulis profesional tidak harus menyukai apa yang ditulisnya. Selama bahan menulis Anda, bangunlah cerita yang sudah dibuat.

Semua dimulai dari Kecil
Jangan pernah membayangkan bahwa cerita yang Anda buat selalu berakhir sebagai novel. Begitu juga dengan menulis sebuah blog. Jangan pernah menargetkan untuk bersaing dengan blog besar. Tulislah “yang sedikit” berkali-kali, maka akan menjadi gunung suatu ketika. Ketika menulis blog octacintabuku untuk pertama kali, jumlah pembaca di blog saya juga tidak banyak. Terkadang saya bertanya-tanya, buat apa saya menulis? Namun saya menemukan jawaban bahwa menulis adalah mengabadikan apa yang saya pikirkan dan apa yang hendak saya buat menjadi karya.  Menulis adalah meditasi saya, jika orang lain tidak mendapatkan manfaat dari apa yang saya tulis,  setidak-tidaknya saya mendapatkan “sesuatu” itu. Teruslah menulis, nikmati menaiki tangga mulai dari bawah.

Selalu Ada Orang yang Menyukai Tulisan Anda
Blog saya yang pertama, “OctaCintaBuku”, adalah blog pembuka pikiran-pikiran saya selanjutnya. Setelah itu saya mendirikan blog-blog lain. Dan saya selalu menemukan, meskipun sedikit,  ada saja orang-0rang yang membaca tulisan saya. Memang mereka tidak selalu meninggalkan jejak berupa komentar, like atau email, tetapi dari analisa trafik, saya tahu mereka ada. Tidak masalah. Saya puas jika blog saya dapat memberikan manfaat. Tidak semua orang dapat ber-interaksi dengan orang lain. Baik “Terlihat” ataupun “Tidak”, mereka penyuka blog-blog saya.

Tekankan, “Tulislah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain”
Saya tahu bahwa menulis bisa juga untuk mencari uang. Write for money. Tidak masalah.  Sah-sah saja.  Tetapi saya pribadi menulis untuk manfaat. Tidak selalu manfaat itu berhubungan dengan ilmu, bisa juga hanya sekedar hiburan. Bagi Anda yang merasakan “uang” dari menulis, hal itu juga bisa menjadikan Anda tetap bersemangat.  Whatever it is, “Menulis harus mempunyai tujuan”

Nikmati Pengembangan Pikiran Anda Lewat Menulis
Menulis mungkin saya tidak menghasilkan apa-apa bagi Anda. Tetapi selalu bermanfaat bagi Anda sendiri.  Otak yang selalu berpikir, selalu belajar akan terus berkembang. Konon, otak Albert Eistein bervolume lebih besar dari otak orang kebanyakan. Kata ilmuwan, otak selalu berkembang sesuai dengan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. So, menulis setidak-tidaknya membuat Anda tidak cepat pikun, selalu up-to-date, tidak berpikiran picik, dan selalu ingin menjadi lebih baik dari hari ini.

So, kenapa Anda berhenti menulis? Anda tidak ingin rugi, kan?

gambar dari:  allpurposeguru.com

Iklan