Tag Archives: cerita

Memakai Foreshadowing dalam Cerita Fiksi


Agak sulit menerjemahkan foreshadowing dalam Bahasa Indonesia. Kata yang mendekati adalah firasat. Tetapi ada kata Bahasa Inggris yang lebih sesuai untuk firasat, yaitu foreboding. Secara definisi, foreshadowing adalah bayangan akan kejadian di masa mendatang atau gejala yang berhubungan dengan masa depan. Sedangkan forebonding lebih ke PERASAAN atau perkiraan. Perasaan tidak selalu benar, setiap karakter orang akan merasakan dengan cara berbeda. Foreboding bisa menjadi bagian foreshadowing.

Saat terjadi foreshadowing, Tokoh merasa ada “sesuatu” akan terjadi di masa depan berdasarkan fakta-fakta yang dijumpainya saat ini, tetapi ia tidak tahu hal itu berhubungan dengan kejadian apa di masa mendatang.  Dalam artikel ini, saya tetap memakai istilah foreshadowing, karena istilah ini lebih umum diantara penulis fiksi.

Foreboding berperan untuk mengubah emosi pembaca tanpa memberitahukan kejadian apa di masa mendatang.  Bisa dikatakan, foreboding adalah langkah-langkah sebelum foreshadowing.

Apakah foreshadowing tidak merugikan penulis.  Jangan-jangan setelah tahu kejadiannya, pembaca tidak mau membaca lagi. “Ah, entar gitu”.  “Ah pasti begini”.  Perlu diingat, bahwa foreshadowing TIDAK MEMBERITAHUKAN KEJADIAN. Foreshadowing hanya mempersiapkan tokoh menerima kejadian di masa depan. Hanya sebuah isyarat.

Apa fungsi foreshadowing? Mungkin itu pertanyaan Anda.

Satu hal yang harus dipegang penulis. Pembaca tidak suka ditipu! Penulis boleh bermain-main dengan logika (seperti cerita kriminal) untuk menuntaskan masalah. Penulis boleh memanfaatkan daya ingat pembaca yang lemah sehingga tidak mampu mengingat detil yang banyak, dengan demikian mereka terkejut dengan penyelesaian masalah yang seharusnya mereka tahu sejak beberapa bab sebelumnya kalau saja mereka mampu mengingat. Tetapi menipu dan/menjebak itu lain cerita.

Jika saya menunjukkan foto seseorang dengan wajah berbecak cairan merah kental, tampang sedih, rambut tak rapi dan wajah sembab dengan debu-debu di mukanya. Dan apabila Anda lantas menangis dan sedih setelah melihatnya, tanpa bertanya pada saya.  Suatu ketika Anda baru mengetahui bahwa foto itu adalah hasil kursus make-up artis saya dan Anda marah kepada saya karena merasa tertipu,  sebab waktu itu dia pikir itu oleh sebab lain. Apakah itu salah saya? TIDAK. Itu salah Anda yang meng-interpretasi bahwa itu adalah foto korban penganiayaan di jalan raya. Lain soal jika saya mengatakan “Itu korban penganiayaan.”  Saya jelas menipu Anda. Sampai disini Anda pasti bisa membedakan mana foreshadowing dan mana yang menipu.

Bagaimana Menulis Foreshadowing?
Foreshadowing terdiri dari dua bagian. Pertama, gejala. Kedua, kejadian yang diisyaratkan oleh gejala itu. Gejala bisa menyolok atau halus.  Apapun pilihan foreshadowing Anda, pastikan pembaca mengingatnya.  Anda dapat memulainya dengan forebonding terlebih dahulu.

Contoh foreboding yang menyolok:

  • Gelas yang dipegang pecah,
  • kejatuhan cecak
  • kaca pecah
  • jari teriris ketika sedang memasak.

Hal-hal diatas disebut menyolok karena sudah menjadi rahasia umum. Untuk selengkapnya, baca primbon jawa (hi…hi….hi…)

Contoh foreboding menjadi shadowing yang tidak menyolok:
Lukisan di dinding itu tampak sederhana. Klara berbalut satin merah. Kulitnya pucat. Garis-garis dahinya tak nampak seperti umumnya golongan aristokrat. Matanya bundar. Dan–sebentar– Donny mengamati jalur-jalur merah di matanya. Lukisan ini benar-benar detil, pikirnya. Jantungnya hampir berhenti berdetak ketika sebuah tangan menyentuhnya.

“Serius amat.  Bagaimana menurutmu?”

Donny mengarahkan pandangannya ke lukisan lagi. “Cantik.”

Orang itu menaikkan sebelah alisnya. “Anda orang pertama yang menilainya demikian.”

Jangan lupa meng-eksekusi kejadian berdasarkan foreshadowing tadi.  Tempatkan kejadian tersebut agak jauh jaraknya dari foreshadowing. Namun perlu diingat, foreshadowing mempunyai efek kejut.  Jangan membuat pembaca menyadarinya terlalu cepat. Anda harus membuat pembaca terbius hal lain terlebih dahulu. Biarkan foreshadowing menjadi kanker yang lambat laun disadari di saat-saat eksekusi.

sumber gambar: diysolarpanelsv.com