Jenis-jenis Tokoh Dalam Karya Fiksi


SketsaWajah
Plot adalah alat penulis agar pembaca tertarik untuk terus membaca. Akan tetapi, pembaca jarang yang mengingat plot. Meskipun plot tersebut urutan kejadiannya dibalik-balik, pembaca tetap menyimpan peristiwa-peristiwa tersebut secara kronologis. Pembaca akan lebih mengingat tokoh-tokoh dalam novel tersebut sehingga mengolah tokoh fiksi adalah penting. Tokoh-tokoh dalam karya fiksi dibeda-bedakan dalam beberapa jenis.

  1. Tokoh Protagonis dan Tokoh Antagonis
    Istilah protagonis dan antagonis sudah tidak asing bagi para pecandu fiksi. Kedua istilah ini adalah pembedaan tokoh berdasarkan “baik” dan “jahat”. Pembaca akan bersimpati, berempati bahkan larut dalam keadaan tokoh protagonis. Sebaliknya, mereka akan memusuhi antagonis.Pada protagonislah, pembaca menaruh harapan besar. Protagonis yang tidak sesuai dengan harapan mereka akan membuat pembaca kecewa. Ini disebabkan pembaca sering mengidentifikasikan dirinya sendiri pada tokoh tersebut. Oleh karena itu, deskripsi yang baik tentang keadaan fisik tokoh dan/atau keadaan batin tokoh akan menentukan seberapa minat pembaca akan terus membaca. Bagi saya, tokoh adalah hal menarik kedua setelah pembukaan cerita (dari sudut pembaca).

    Tokoh antagonis adalah penyiksa protagonis. Meskipun kedudukannya berunsur negatif, kehadirannya sangat diperlukan pada sebuah novel. Justru lewat kehadirannya pemeran protagonis mendapat simpati dan terungkap kebaikannya. Namun unsur antagonis tidak harus berupa tokoh. Unsur antagonis dapat juga berupa unsur non-manusia disebut kekuatan antagonis (antagonistic force) atau dari diri tokoh sendiri (seperti pertentangan batin)

    Dalam urusan meresensi sebuah novel. Menentukan protagonis dan antagonis tidak selalu mudah. Tokoh protagonis dan antagonis sering juga berada di jalur abu-abu, bahkan bisa saja tokoh protagonis menjadi antagonis dan sebaliknya. Biasanya, simpati pembaca akan mengalir pada tokoh yang diberi kesempatan menunjukkan dirinya melalui visi, tidak peduli dia antagonis sekalipun.

  1. Tokoh Utama dan Tokoh Tambahan
    Saat sedang membaca novel, kita sering merasa bahwa suatu tokoh lebih diceritakan daripada tokoh yang lain. Tokoh ini bahkan mempengaruhi plot. Membuang tokoh ini akan merubah keseluruhan cerita. Di pihak lain, ada tokoh-tokoh yang mampir di cerita satu-dua kali terus menghilang. Tokoh ini tidak mempengaruhi jalan cerita suatu novel. Andai tokoh ini dihapus, cerita tak akan berubah. Tokoh ini disebut sebagai tokoh utama (central character). Dia bisa saja hadir pada setiap bab atau hanya pada beberapa bab tertentu.Lawan dari tokoh utama adalah tokoh tambahan (peripheral character). Dalam pembuatan sinopsis, tokoh tambahan biasanya tak pernah disebut. Ini bisa dimaklumi karena sinopsis menceritakan garis besar plot dan tokoh utamalah yang mempengaruhi plot. Karena alasan tersebut, tokoh utama terkadang kurang mendapat perhatian.Pembedaan tokoh ditinjau dari peran tokoh-tokoh ini tak mempunyai garis tegas. Pembedaannya lebih bersifat gradasi. Tokoh utama dapat berjumlah lebih dari satu. Pembedaan satu tokoh utama satu dengan yang lainnya dengan melihat mana yang lebih utama. Kita dapat menyebutkan dengan cara: tokoh A adalah tokoh yang utama, tokoh B adalah tokoh utama tambahan, tokoh C adalah tokoh tambahan utama, sedangkan tokoh D adalah tokoh tambahan yang memang tambahan.
  1. Tokoh Statis dan Tokoh Berkembang
    Pembedaan tokoh statis (static character) dan tokoh berkembang (developing character) adalah pembedaan tokoh ditinjau dari perkembangan watak mereka. Menurut Altenbernd & Lewis, tokoh statis adalah tokoh cerita yang secara esensial tidak mengalami perubahan dan atau perkembangan perwatakan sebagai akibat adanya peristiwa-peristiwa yang terjadi. Tokoh statis dibedakan menjadi dua, yaitu tokoh hitam (hitam) dan tokoh putih (baik). Sekali dideklarasikan sebagai hitam atau putih, maka pada keseluruhan cerita dia tidak berubah.Tokoh berkembang berkebalikan dengan tokoh statis. Tokoh ini mengalami perubahan dan perkembangan perwatakan menurut plot cerita tersebut. Juga bereaksi terhadap sesuatu diluar dirinya, baik terhadap tokoh lain maupun terhadap lingkungannya.
  1. Tokoh Sederhana dan Tokoh Bulat
    Lewat watak para tokohnya, Forster membedakan tipe tokoh menjadi tokoh sederhana (simple/flat characater) dan tokoh bulat (complex/round character) dalam buku Aspects of the Novel.Flat character hanya memiliki watak tertentu. Tak berubah sepanjang novel. Tokoh ini seringkali tokoh klise alias seringkali hadir cerita-cerita di novel yang lain, contoh: teman satu geng dari tokoh protagonis di sekolah, penjaga warung atau penjaga pintu sekolah, adik atau kakak dari tokoh protagonis dan sebagainya, atau bisa juga dikenal karena sifat mereka yang itu-itu saja alias monoton. Meskipun demikian, tidak berarti tokoh sederhana menjadi tidak menarik. Banyak juga tokoh-tokoh di novel termasuk tokoh sederhana tetapi tidak klise. Tokoh sederhana adalah tokoh yang gampang diingat, sehingga gampang menjadi idola. Mari kita lihat Hercule Poirot dan Sherlock Holmes. Tokoh-tokoh ini mempunyai sifat tetap. Hercule Poirot selalu merasa dirinya pintar, sabar terhadap Hastings sahabatnya, bangga dengan metode deduksi dan tak mempunyai istri sampai akhir hayatnya di Tirai.Kompleksitas Round character lebih dalam dari flat character. Tipe karakter ini lebih mempunyai kemiripan dengan kehidupan yang sebenarnya. Sisi kehidupannya banyak dideskripsikan dan diungkap sepanjang novel. Bahkan pembaca sering mendapatkan kejutan karena sifatnya dapat berubah-ubah. Namun perubahan dan kejutannya harus tetap dapat dipertanggungjawabkan (sifat plausability) karena dalam cerita fiksi tidak ada yang namanya kebetulan. Segala kejadian dan tokoh sudah diatur oleh penulis.

    Pembedaan antara flat dan round character tidak terletak pada kualitas tokoh. Semua tokoh sama-sama pentingnya. Flat character tetap dibutuhkan dalam cerita meskipun watak mereka begitu-begitu saja. Perbedaan mereka terletak pada banyak-sedikitnya watak-watak mereka ditampilkan.

  1. Tokoh Tipikal dan Tokoh Netral
    Menurut Altenbernd dan Lewis, Tokoh tipikal adalah tokoh yang hanya sedikit ditampilkan keadaan individualnya dan lebih ditonjolkan kualitas pekerjaannya atau kebangsaannya atau sesuatu yang bersifat mewakili. Tokoh tipikal adalah tokoh yang dibuat berdasarkan keadaan sebenarnya orang dalam dunia nyata. Pengambilan keadaan tersebut tidak bersifat langsung melainkan hanya sebagian saja, pembaca sendirilah yang menafsirkan tokoh tersebut berdasarkan pengetahuan pembaca sendiri. Tokoh tipikal berkaitan erat dengan intentional meaning, berkaitan erat dengan makna yang tersirat yang dimaksudkan penulis untuk diketahui pembaca.Tokoh tipikal perlu dibedakan dengan tokoh yang bersifat kesepertihidupan. Tokoh tipikal memang mengambil dari dunia nyata (kesepertihidupan) dan dalam dunia nyata tersebut memang ada seorang tokoh yang bertidak, bereaksi, mengalami masalah dan kejadian seperti di dalam fiksi tersebut. Sedangkan tokoh kesepertihidupan adalah tokoh yang mungkin dapat saja terjadi di dunia nyata (jadi saat ini mungkin tidak ada tetapi mungkin saja ada). Contoh: Misal di Indonesia ada tokoh yang suka marah-marah dan memakai bahasa indonesia/inggris yang aneh, kemudian di fiksi kita menghadirkan tokoh tersebut dengan ciri khas seperti orang tersebut. Oleh karena itu tak mengherankan jika tokoh tipikal sering ada dalam cerita satir yang bersifat menyindir, karikaturial, atau humor.

    Novel-novel populer banyak memakai tokoh-tokoh tipikal terutama yang teenlit. Novel-novel jenis ini memang sering memotret kejadian-kejadian aktual saat itu dan menuangkannya kedalam fiksi. Keuntungan cara ini adalah remaja akan menyukainya karena merasa novel tersebut benar-benar dekat dengan kehidupan mereka. Kekurangannya, sebagai karya yang seharusnya bersifat imajinatif, novel tersebut kurang literer.

    Tokoh netral adalah tokoh yang benar-benar fiksi. Dia ada tanpa ada hubungan samasekali dengan tokoh di dunia nyata. Dia hanya hadir di dalam fiksi. Titik. Sehingga dapat dikatakan tokoh netral adalah tokoh yang benar-benar imajinatif.

    Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa pembedaan tokoh tipikal dan netral adalah pembedaan tokoh berdasarkan seberapa pencerminan tokoh-tokoh tersebut terhadap kehidupan nyata.

Sumber gambar: http://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/Main/FacialCompositeFailure

One response to “Jenis-jenis Tokoh Dalam Karya Fiksi

  1. Bener juga… Aku aja jarang memperhatikan plot… -_-

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s